Ilustrasi pernikahan pelajaran. GRAFIS : NET
Ilustrasi pernikahan pelajaran. GRAFIS : NET

PALEMBANG – Belum lama ini sempat heboh video porno sepasang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kedua remaja beda jenis kelamin ini berhubungan intim layaknya suami isteri.

Mirisnya kelakuan tidak senonoh itu terjadi di dalam kelas. Dalam video berdurasi 29 menit ini terlihat kedua remaja sedang berhubungan badan dengan masih menggunakan seragam sekolah.

Kabar terbaru ternyata kedua pelaku dalam video tersebut sudah tidak ada lagi di Bulukumba. Keduanya disebut sudah meninggalkan Bulukumba dan memulai hidup baru sebagai pasangan suami-istri.

Peredaran video pun diminta dihentikan dan hak-hak mereka untuk bersekolah didorong untuk tetap dijamin.
Video yang berdurasi sekitar 29 detik itu memperlihatkan sepasang siswa-siswi yang masih memakai seragam putih abu-abu.

Berita Lainnya :   Dampingi Jokowi, Herman Deru Hadiri 34th ASEAN Summit di Bangkok

Keduanya melakukan hubungan badan di dalam kelas. Video itu kemudian viral dengan judul “Jangan ko kasi nyala blitz-nya,” yang diambil dari perkataan sang siswi kepada pasangannya dalam video itu dalam dialek Sulawesi Selatan.

Rekaman itu disebut dibuat pada April 2019. Namun, belum diketahui siapa yang menyebarkannya. Pihak kepolisian masih menyelidikinya.

“Ini kejadian bulan April lalu,” kata Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, dikutip dari Antara, Minggu (6/6).

Ia mengatakan kedua remaja berinisial AM dan WA itu sudah tidak lagi tinggal di Bulukumba. Namun, pihaknya sudah mengupayakan perbaikan situasi dengan menikahkan dua sejoli itu.

Berita Lainnya :   Kabur ke Toko Bangunan Setya Novanto Dipindah ke Gunung Sindur

“Langkah kekeluargaan sudah kita tempuh. Anak tersebut sudah menjalani hidup baru sebelum video ini menjadi viral,” katanya.

“Sementara upaya kekeluargaan yang dilakukan dalam bentuk menikahkan mereka yang bersangkutan,” Tomy menambahkan.
Menurutnya, ini kasus lama yang sudah selesai. Peredaran video pun diminta untuk dihentikan agar tak mengganggu psikologis dan masa depan kedua remaja itu.

“Dengan penyebaran video ini tentu kembali mengganggu psikologi mereka. Meski saat ini tidak lagi berdomisili di Kabupaten Bulukumba,” kata dia.

“Mari kita bantu mereka dengan tidak membunuh mereka, membunuh yang saya maksudkan bukan bersifat fisik, tapi masa depan mereka,” imbuh Tomy. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here