Malu Naik Helikopter, Herman Deru Pastikan Jalan OKU Timur Mulus

179
0
Herman Deru dan putrinya Percha Leanpuri mendapat sambutan hangat masyarakat OKU Timur.
Herman Deru dan putrinya Percha Leanpuri mendapat sambutan hangat masyarakat OKU Timur.

OKU Timur – Usai menghadiri sejumlah agenda di Palembang, Rabu (6/1) sore Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, pulang kampung ke Kabupaten OKU Timur. Herman Deru menghadiri undangan haul ulama besar Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, KH. Busthomil Karm, KH. Imam Mujer Yusuf ke 32 dan KH dan Imam Maqsudi ke- 10 di Desa Yosowinangun Kecamatan Belitang Mandang Raya, Kabupaten OKU Timur.

Herman Deru beserta rombongan memilih melakukan perjalanan darat saat bertolak ke OKU Timur, meskipun sebagai seorang gubernur ia dapat saja menggunakan fasilitas helikopter. Hal ini rupanya merupakan keinginannya sendiri lantaran ingin melihat langsung kondisi jalan secara real.

“Saya minta doanya agar ini berjalan dengan baik. Mudah-mudahan sebelum Lebaran ini sudah terlihat, di OKU tidak boleh lagi ada lobang. Supaya tahun berikutnya kita bisa berfikir yang lain lagi. Nah inilah gunanya saya datang kesini saya mau lihat langsung kondisi masyarakat, oleh sebab itu saya malu sebenarnya naik helikopter jadi saya paksakan jeledak- jeleduk lewat darat,” tandasnya.

Berita Lainnya :   HUT Pagaralam Ke-18, Ini Harapan Besar Gubernur

Sebagai Bupati yang pernah memimpin OKU Timur dua periode (10 tahun) ia mengaku sengaja datang untuk mengobati rasa rindunya dengan masyarakat OKUT.  Dikatakannya, OKU Timur adalah daerah yang dikenal sangat akrab  dengan acara-acara keagaaman. Hal ini tampak dari tradisi-tradisi yang masih berlangsung mulai ia menjadi Bupati hingga saat ini. Masyarakat menurutnya tetap berkesinambungan mengikuti acara keagamaan walaupun dengan gayanya berbeda.

“Pengajian haul pada malam hari ini kita , dzikir, berdoa bergabung bersama dengan jumlah jamaah yang terus bertambah. Karena jamaah semakin percaya terhadap ajakan Kiai yang tausiah disini. Ini lah penyebab salah satu kedamaian,” ungkapnya.

Iapun mengaku sangat bangga karena setiap tahun jumlah jamaah yang hadir pada haul kian bertambah.

“Inilah salah satu kelebihan OKUT ini akrab tanpa memandang etnis, ras dan budaya. Kita ini satu, Saya tidak mungkin mengubah kebiasaan. Saya harapkan Bupati/Walikota juga melayani masyarakat jangan ada batasan. Karena orang bisa menjadi Gubernur, Bupati,Walikota dan DPR itu karena didukung rakyat,” katanya.

Berita Lainnya :   Mawardi Yahya Serahkan SK Pejabat Eselon Pada Biro Pengadaan Barang/Jasa

Menurut Herman Deru sejak awal mencalonkan diri sebagai Gubernur ia telah memasang niat dalam hati  ingin menjadi Gubernur yang sesuai dengan Hadist Rasullulah agar bermanfaat bagi orang banyak.

“Saya ingin jadi Gubernur itu sesuai hadist Rasullulah, sebaiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi orang banyak. Jadi kita sebagai muslim harus menunjukan kedewasaan yang lebih. Kita ini hidup tidak bisa sendiri, kita saling membutuhkan satu sama lain, jangan sampai keimanan kita terusik,” tambahnya.

Sesuai visi dan misi nya pria yang akrab disapa Deru ini mengatakan, Pemprov Sumsel akan memperbaiki masalah ekonomi mulai dari akses jalan yang segera diperbaiki, keamanan, hingga perbaikan harga karet dengan pembangunan pabrik ban.

Tak ketinggalan, untuk menjaga kekompakan masyarakat sekaligus membantu warga yang tertimpa musibah secara masal ia berkomitmen akan mengaktifkan kembali uang duka atau santunan  kematian di Provinsi Sumsel. (kie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here