H Hendri Zainuddin. FOTO : IG
H Hendri Zainuddin. FOTO : IG

DERUSUMSEL.ID – Rencana Kemenristekdikti mendatangkan rektor asing mendapat respon beragam dari masyarakat. Banyak yang menentang namun tidak sedikit juga yang setuju. Seperti pendapat senator asal Sumsel Hendri Zainuddin yang setuju dengan alasan meningkatkan kualitas pendidikan, baik secara belajar mengajar, juga dalam hal menajemen pendidikan berstandar internasional.

“Di negara lain ini sudah lumrah dan terbukti meningkatkan standar mutu dan kualitas pendidikan perguruan tinggi, terlebih di negara Eropa bahkan Singapura pun sudah menerapkannya” kata HZ sapaan Hendri Zainuddin saat dimintai pendapat, Jumat (9/8/2019).

Wakil ketua BK DPD RI ini menyebutkan contoh Nanyang Technological University (NTU) saat ini sudah masuk 50 besar dunia. Padahal kampus ini baru didirikan tahun 1981 lalu. Mereka berhasil menembus prestasi tersebut meskipun baru 38 tahun berdiri karena menerapkan rektor dan dosen dari Amerika.

Berita Lainnya :   Siap Berlaga, Laskar Ranggonang Target Juara Liga 3

“Negara Timur Tengah seperti Abu Dhabi juga menerapkan demikian,” terangnya.

Manager Sriwijaya FC ini meyakini jika kebijakan ini diterapkan akan dapat ranking perguruan tinggi di Indonesia.

“Saat ini Perguruan Tinggi di Indonesia menempati urutan 300 dunia, diharapkan bisa meningkat menembus 100 bahkan 10 besar dunia. Kita harus optimis dan ini sebenarnya menjadi motivasi serta edukasi bagi dosen dan rektor lokal. Kita mampu memiliki kualitas demikian,” paparnya.

Berita Lainnya :   Vizcarra Merapat ke Palembang

Diketahui, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengajukan usulan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Keterlibatan rektor asing diharapkan mampu mendongkrak peringkat perguruan tinggi Indonesia di panggung dunia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, selama ini daya saing kampus-kampus di Indonesia terbilang rendah. Sebab, mereka tidak punya pembanding. Masing-masing merasa sebagai yang terbaik, tapi hanya di kandang sendiri. “Manakala kita kompetisikan dengan universitas luar negeri, ya kita jauh sekali,” kata Nasir. (kie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here